Sebelum melakukan instalasi Windows Server 2008 R2, tentukan dulu fungsi atau tugas dari Server Anda. Apakah akan digunakan sebagai domain controller, web server, file server, DNS server atau tugas lainnya.
Setelah ditentukan tugas server itu, lakukan instalasi pada mesin Anda, Proses Instalasi cukup mudah karena Anda hanya diminta untuk mengisi data pada form wizard. Data yang diisi seperti layout keyboard, lokasi server, bahasa yang digunakan, menentukan harddisk untuk system dan lain-lain. Cukup mudah dan sederhana.
Setelah instalasi selesai, langkah selanjutnya adalah login pada server. Sebelum login akan muncul perintah untuk mengganti password administrator. Gantilah password dengan kata sesulit mungkin untuk ditulis namun semudah mungkin untuk diingat.
Jika password sudah diganti lanjutkan pada aktivasi server Anda. Cukup klik “Activate Windows” pada Server Manager.
Aktivasi dapat dilakukan secara online melalui internet. Pastikan internet Anda terkoneksi. Ikuti petunjuk aktivasi sesuai wizard. Anda akan diminta untuk memasukan product key. Setelah itu Anda hanya menunggu proses aktivasi yang sedang berjalan.
Server Manager dapat di akses dari menu Administrative Tools – Server Manager :
Selanjutnya tentukan tugas server Anda. Aktifkan server manager dan pilih menu Role.
Role yang bisa dipilih adalah :
- Active Directory Certificate Services
- Active Directory Domain Services
- Active Directory Federation Services
- Active Directory Lightweight Directory Services
- Active Directory Rights Management Services
- Application Server
- DHCP Server
- DNS Server
- FAX Server
- File Services
- Hyper-V
- Network Policy and Access Services
- Print and Document Services
- Remote Desktop Services
- Web Server (IIS)
- Windows Deployment Services
- Windows Server Update Services
Dalam satu server bisa digunakan untuk menjalankan beberapa Role yang berbeda. Misal server itu berperan sebagai DHCP dan DNS Server. Selain itu digunakan sebagai Web Server (IIS).
Pesta belum berakhir….. :)



0 comment(s)